edom.web.id

Cara menurunkan berat badan

Peringatan: Mohon mengerti risiko akibat mencoba apapun yang ada di sini. Anda tanggung sendiri semua risiko tersebut.

Kebuncitan yang dibahas di sini adalah kasus kegemukan yang umum terjadi, yaitu yang terjadi pada orang biasa karena penimbunan lemak dan salah postur yang biasa terjadi karena terlalu banyak duduk. Tentunya perut bisa buncit karena sebab lain.

Mengapa saya menulis ini? Saya mau sehat. Sebetulnya tujuan utamanya adalah sehat; mengecilkan perut hanya salah satu efek sampingnya.

Mengapa Anda membaca tulisan ini? Dalam tulisan ini ada cara kurus yang bisa langsung dicoba. Keberhasilannya pun bisa dipertanggungjawabkan karena berdasarkan ilmu pengetahuan.

Hal-hal dalam tulisan ini wajib Anda lakukan kalau Anda mau berat badan Anda turun, tapi sesekali melanggar hal ini tidak akan membuat Anda gagal, jadi jangan terlalu khawatir. Akan tetapi, ketahui juga hal-hal yang tidak membantu menurunkan berat badan supaya Anda tidak membuang waktu, uang, dan tenaga.

Tukar sebagian karbohidrat dengan protein, lemak, dan serat

Tukar sebagian nasi, roti, dan gula dengan telur, daging, dan sayur. Daging apa saja boleh. Makan daging dan sayur supaya gizi cukup. Makan daging dan lemak bukanlah sesuatu yang buruk, melainkan cara paling mudah untuk memenuhi kebutuhan gizi. Nasi putih justru lebih bikin gendut daripada daging atau telur.

Cara ini bisa berhasil karena kenyang protein lebih tahan lama daripada kenyang karbohidrat sehingga makan Anda akan berkurang dengan sendirinya. Selain itu, tubuh butuh protein untuk membuat hormon dan lain-lain.

Tidak perlu sampai tidak makan karbohidrat sama sekali.

Sarapan telur

Cara masaknya terserah Anda, tapi kalau Anda orang sibuk, kemungkinan Anda hanya akan bisa masak telur dadar yang membutuhkan waktu hanya sekitar 10 menit.

Makan telur dengan kuningnya. Kalau Anda khawatir soal kolesterol, lihat bantahan AuthorityNutrition dan MayoClinic.

Minum air

Ada penelitian minum 500 ml air 30 menit sebelum makan bisa membantu menurunkan berat badan, dan ada juga penelitian serupa untuk perempuan gendut dan orang paruh baya dan orang lanjut usia.

Makan tanpa jadwal asal lapar

Makan kapanpun saat mulai lapar, tetapi jangan sampai kekenyangan. Tidak perlu ada jadwal makan. Jangan terlalu cepat mengubah makanan Anda.

Jangan ubah pola makan Anda secara drastis dalam waktu singkat. Misalkan sekarang Anda makan nasi setiap kali makan, dan Anda mau menukar karbohidrat dengan protein. Jangan langsung makan nasi sedikit sekali pada saat Anda makan berikutnya.

Yang penting ialah mengatur jenis makanan Anda, bukan jumlahnya. Kalau Anda makan jenis makanan yang tepat, Anda akan kenyang lebih lama sehingga Anda akan mengurangi makan tanpa berusaha menahan lapar. Dalam hal ini saya setuju dengan Alexander Heyne.

Kurangi makanan dan minuman sampah

Tukar makanan dan minuman sampah (seperti makanan cepat saji, makanan ringan, camilan, dan minuman dalam kemasan) dengan makanan dan minuman sungguhan. Hindarkan terlalu sering makan makanan yang sudah terlalu banyak diproses seperti makanan kaleng dan makanan instan karena kita tidak tahu itu mengandung apa saja, garamnya berapa banyak, dan lain-lain.

Gunakan psikologi. Gunakan kemalasan Anda. Jangan beli dan bawa makanan sampah pulang ke rumah. Kalau tidak ada makanan sampah di dekat Anda, Anda tidak akan makan makanan seperti itu.

Berdiri tegak dengan postur yang baik

Salah postur seperti bungkuk dan anterior pelvic tilt (entah apa bahasa Indonesianya) membuat Anda tampak lebih buncit daripada yang seharusnya. Ini disebabkan beberapa otot postur melemah karena terlalu banyak duduk.

Untuk mengatasinya, berdiri yang tegak. Berdirilah membelakangi tembok, lalu rapatkan belakang kepala, punggung, dan pinggul Anda ke tembok, kemudian berjalanlah dan ingat-ingat rasanya berdiri tegak. Keterangan lebih lanjut untuk membetulkan buncit karena postur ini ada di artikel Mike Kabbani.

Permasalahan orang Indonesia yang kerja di kantor

Terlalu banyak karbohidrat

Kalau habis makan nasi Anda malah mengantuk, Anda terlalu banyak makan nasi.

Kalau nasi Anda terlalu banyak, bagilah jadi beberapa kali makan; mungkin Anda juga perlu lauk lebih banyak. Kalau sudah Anda bagi tapi masih tidak habis, beri orang lain, atau simpan untuk lain kali, atau buang. Jangan paksa diri Anda makan.

Kalau beberapa jam kemudian Anda lapar lagi, Anda tinggal makan lagi. Jangan menahan lapar; Anda akan tersiksa dan gagal. Jangan pikir kurus atau gendut saat makan, tapi pikir lapar atau tidak lapar.

Ini bukan karena nasi jahat atau apa, melainkan karena orang kantoran di Indonesia pada umumnya makan tidak sesuai kebutuhan gizinya: terlalu banyak nasi dan terlalu sedikit lauk (protein, lemak, dan serat; telur, daging, dan sayur). Satu porsi nasi di warung makan itu porsi kuli bangunan; orang kantoran kan tidak berkegiatan fisik sebanyak itu.

Membantah bantahan

Saya suka mencamil

Tidak masalah. Teruskan mencamil seperti biasa, tetapi ganti camilannya dengan makanan sungguhan seperti daging atau sayur. Daging lebih enak, bergizi, dan mengenyangkan. Setelah Anda mencamil daging, Anda akan lebih kenyang, sehingga keinginan mencamil pun akan berkurang dengan sendirinya karena orang yang kenyang tidak perlu menahan diri supaya tidak makan.

Saat Anda belanja dan ingin beli makanan bergizi timpang, ganti dengan makanan bergizi seimbang. Kalau Anda dan orang-orang rumah tidak beli makanan sampah, di rumah tidak akan ada makanan sampah, dan Anda akan otomatis jadi lebih sehat dan kurus tanpa perlu menahan diri.

Saya ada acara makan-makan

Tidak apa-apa sesekali makan makanan bergizi timpang, seperti dalam pesta atau pertemuan, asal jangan terlalu sering. Makan pizza, burger, steak, es krim, makanan cepat saji, atau apapun itu, tidak akan langsung membuat Anda gendut kok. Asal pestanya jarang, makanlah sesuka Anda; tidak perlu sok sehat, tapi jangan sampai kekenyangan, mentang-mentang gratis. Ikut acara makan-makan tidak berarti harus ikut makan.

Badan berat tapi tidak terlihat gendut

Dua orang dengan berat badan sama dan tinggi sama tidak akan terlihat sama gendut karena susunan tubuh mereka berbeda; tubuh terdiri atas air, tulang, otot, lemak, organ, dan lain-lain, dan masing-masing menyumbang berat yang berbeda-beda.

Dengan demikian, sebetulnya maksud tulisan ini bukanlah menurunkan berat badan, melainkan mengurangi kandungan lemak dalam badan.